Rabu, 19 Februari 2014

Nyok ke Jakarte!

By Unknown   Posted at  11.48   Jurnalku No comments
Kamis, 6 Februari 20014

Wih, ke Jakarta nih! Salah satu kota metropolitan di Indonesia. Hmmm... Temen-temen gue antusias banget nih. Walaupun "cuma" ke tiga museum di Jakarta, tapi temen-temen gue seneng banget bisa ke Jakarta bareng-bareng. Mungkin ini pengalaman yang jarang dialami siswa SMANSA. Hahaha...

Oke, pagi-pagi sebelum Subuh, gue udah bangun terus mandi. Walaupun mata masih belekan dan gak bisa dibuka lebih lebar lagi, terpaksa dah gue mandi. Khawatir telat, gue sholat Subuh di rumah terus sarapan. Jam 5 pagi gue udah berangkat dari rumah terus naik angkot ke Stasiun Bojonggede. Gue udah deg-degan aja tuh ketinggalan kereta. Alhamdulillah gue gak ketinggalan kereta dan bisa masuk ke dalam kereta degan selamat.

Sampe di sekolah pas banget tuh udah jam 6. Hmmm... Something goes wrong. Gue gak liat bisnya. Gak lama gue sampe di sekolah, gue disuruh angkut air minum ke dalem bis. Oh, di situ toh bisnya. Bisnya lumayan bagus. Ya, PO Kerub, perusahaan otobus asli Bogor. Nah, gak lama kemudian temen-temen disuruh masuk ke bis. Pas udah pada masuk ke bis, wah ada satu orang belum dateng nih. Terpaksa dah nungguin. Akhirnya bis baru berangkat sekitar jam 7.

Pas berangkat dari Bogor, lalu lintas terpantau lancar. Eh, pas mau masuk Cimanggis udah deh maceud parah. Hmmm... Bakalan sampe siang nih. Eh taunya bener aja, sampe Sudirman jam 10-an. Wah... 3 hours trapped in traffic jam. Untung di Sudirman gak terlalu rame, jadi jalan lancar-lancar aja. Tapi yang bikin gue heran, kenapa gak ke Museum Nasional dulu ya? Padahal lewatin Jalan Medan Merdeka Barat.

Akhirnya sampe di Museum Bank Indonesia jam setengah 11. Wah, pegel banget nih pantat. 3 jam duduk terus di bis. Pas turun dari bis, gue langsung cari yang namanya WESE. Nah, setelah urusan gue selesai. Gue foto-foto dulu bentar, sekalian narsis. Hahaha.

Setelah beberapa menit, akhirnya gue dan temen sekelas masuk ke Museum BI. Wiih, di dalem dingin banget! Setelah briefing bentar, akhirnya gue dan temen sekelas masuk ke ruang teater. Di ruang teater, gue nonton film tentang sejarah singkat BI. (Sejarah BI di posting lain)

Habis itu, gue dan temen-temen gue masuk ke ruang (lupa namanya apa, huehehe) yang menceritakan sejarah BI lebih lanjut. Pas keluar dari ruang itu, gue sempet ke ruang koleksi museum. Di situ sih cuma ada perabotan-perabotan atau alat-alat yang dulu dipake de Javasche Bank (bank sebelum BI) sama BI.

Terus, gue sama temen-temen masuk ke ruang numismatik. Di situ banyak banget uang-uang dari zaman kerajaan Hindu-Buddha sampe zaman sekarang. Eits, tapi di situ gak boleh ngambil gambar pake blitz. Alasannya sih biar uang gak rusak. Selesai nyatet beberapa info, akhirnya gue keluar dari ruang itu dan keluar dari museum. Nah, karena udah masuk waktu Dzuhur, akhirnya gue sholat di masjid deket museum. Habis sholat, gue makan di bis deh.

Sekitar jam 1, bis berangkat lagi. Sesuai yang gue prediksi. Jalanan deket stasiun Kota macet. Wah, bakalan sampe sore nih. Bener aja, sampe di Museum Nasional jam setengah 3 sore. Di sana, gue sama temen-temen cuma liat beberapa koleksi aja. Akhirnya, gue sama temen-temen langsung capcus ke Museum Lubang Buaya.

Sampe di Museum Lubang Buaya atau Museum Pancasila Sakti sekitar jam setengah 5. Waduh, mana belum sholat Ashar lagi. Awalnya sih mau cari musholla dulu, taunya gak ketemu. Yaudah deh, terpaksa masuk museum dulu. Di sana gue dan temen-temen nonton film tentang G30S PKI atau Gestapu atau apalah. Menurut gue sendiri, filmnya lumayan seru. Tapi gue beranggapan film itu dibuat untuk menghilangkan pengaruh Soekarno atau Desoekarnoisasi pas rezim Soeharto berkuasa (tapi, gue gak pro Bung Karno atau Pak Harto).  Akhirnya, setelah film beres, gue dan temen-temen diarak ke lokasi sumur maut. Hmmm... Namanya serem amat. Emang di situ tempat penyiksaan dan pembunuhan para jenderal AD.

Abis foto-foto, akhirnya gue dan temen-temen sholat di salah satu pendopo deket museum. Alhamdulillah, kewajiban sudah dilunasi. Nah, akhirnya bis berangkat lagi ke Bogor sekitar jam setengah 6. Di bis, gue ngerasa capek banget. Tapi gue gak bisa tidur, gara-gara temen-temen sekelas pada berisik semua. Alhamdulillah, gue sampe di SMANSA jam setengah 8.

Sabtu, 08 Februari 2014

Fenomena Pengemis Kaya

By Unknown   Posted at  17.51   Islam No comments
Mungkin sahabat sering banget denger hadits yang isinya kayak gini:
Tangan yg di atas lebih baik daripada tangan yang dibawah. Tangan di atas adalah tangan pemberi sementara tangan yg di bawah adalah tangan peminta-minta. (HR Muslim)
Nah, hadits di atas mengajak kita untuk berusaha tidak meminta-minta rezeki dari orang lain. Namun, zaman sekarang mengemis menjadi "salah satu pekerjaan alternatif" bagi orang-orang yang tidak mempunyai kemamuan untuk bekerja. Bahkan, mereka yang saat ini menjadi pengemis betah dengan melakukan pekerjaan tersebut sampai-sampai tidak mau mencari pekerjaan lain yang lebih terhormat.

Beberapa waktu silam, warga Jabodetabek dikejutkan dengan seorang pengemis dengan gerobak yang berisi uang Rp 25 juta. Wow! Pengemis itu bernama Walang bin Kilon. Ia ditangkap oleh Dinas Sosial Jakarta Selatan di bawah tugu Pancoran. Walang mengaku bahwa uang tersebut digunakannya untuk naik haji. Hmmm... Niatnya bagus sih, tapi caranya salah. Jauh-jauh sebelum kejadian tersebut, MUI sudah mengimbau umat muslim untuk tidak memberikan sedekah kepada pengemis jalanan.

Wah, gimana perasaan sahabat ketika membaca paragraf di atas? Apakah jadi jengkel dengan pengemis? Atau kapok ngasih duit ke pengemis? Apapun perasaan sahabat, minumnya teh botol *sensor* (lah kok promosi?). Pokoknya jangan khawatir! Sebelum saya akan menjelaskan hukum meminta-minta dan tips yang boleh sahabat lakukan ketika bertemu pengemis, saya akan berbagi pengalaman pada saat bertemu pengemis.

Waktu pulang dari sekolah, seperti biasa saya melewati trotoar Jalan Kapten Muslihat untuk menuju Stasiun Bogor. Namun, pada saat saya berjalan di depan Budi Mulia, tiba-tiba ada bapak-bapak yang memakai kopiah dengan kemeja yang lusuh dan kusam menghampiri saya. Dia meminta sejumlah uang karena katanya anaknya tidak bisa pulang di Jakarta, dan dia tidak punya cukup uang untuk pergi ke Jakarta. Namun, dengan mentah saya menolak permintaan bapak itu.

Nah, sekitar dua bulan kemudian saya bertemu bapak itu lagi di tempat yang tidak jauh dari tempat saya bertemu dengan dia sebelumnya. Dia meminta uang lagi dengan alasan yang sama. "Dik, tolongin saya dik. Anak saya gak bisa pulang, sekarang dia lagi di Jakarta. Bapak gak punya ongkos ke Jakarta." rayu bapak itu. Kali ini saya turuti permintaan bapak itu, karena saya ingin tahu reaksi si bapak itu jika bertemu untuk ketiga kalinya. "Bapak butuh berapa?" tanya saya. "20 ribu, dik." kata bapak itu. 20 ribu mana cukup buat ongkos pulang pergi? Akhirnya saya hanya memberi bapak itu 10 ribu. "Terimakasih, dik. Semoga Allah membalas rezeki yang adik berikan." katanya. Dalam hati saya berkata "Semoga Allah membalas perbuatan bapak saat ini.". Hahaha.

Tepat seminggu kemudian, saya melihat dia menghampiri teman saya yang sedang berjalan di depan saya. Nampaknya usaha bapak itu gagal. Lalu, ketika dia melihat saya, dia terlihat kaget bukan kepalang. Namun, karena dia terlihat panik seperti itu, akhirnya saya meninggalkannya.

Hukum Meminta-minta

Meminta-minta bukanlah sesuatu yang disyariatkan dalam Islam. Bahkan meminta-minta degan cara menipu kepada orang atau lembaga tertentu, maka jelas-jelas merupakan perbuatan dosa. Hal ini berdasarkan hadits berikut ini:

Dari Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma, ia berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Seseorang senantiasa meminta-minta kepada orang lain sehingga ia akan datang pada hari Kiamat dalam keadaan tidak ada sepotong daging pun di wajahnya.”
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhuma, ia berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa meminta-minta kepada manusia harta mereka untuk memperbanyak hartanya, maka sesungguhnya dia hanyalah sedang meminta bara api. Maka hendaknya dia mempersedikit ataukah memperbanyak.”
Wah, kayaknya besar sekali dosa meminta-minta. Nah, pasti sahabat bertanya, kapankah kita boleh meminta-minta? Nah, ini nih kondisi di mana seseorang diperbolehkan meminta-minta dari seseorang.

  • Seseorang menanggung beban berupa denda atau pelunasan hutang dari orang lain, maka ia diperbolehkan meminta uang dari orang lain hingga ia mampu melunasinya.
  • Seseorang yang tertimpa bencana dan kehilangan seluruh hartanya, maka boleh baginya meminta-minta hingga ia mampu menghidupi dirinya sendiri.
  • Seseorang yang tertimpa kefakiran dan disaksikan oleh 3 orang berakal dari kaumnya, maka diperbolehkan baginya meminta-minta hingga ia mendapatkan penegak bagi kehidupannya.
Terus, kalo masjid meminta sumbangan dari jamaah gimana? Itu diperbolehkan selama bertujuan untuk kepentingan umat Islam dan yang terpenting panitia yang mengelolanya jujur.

Sikap Kepada Pengemis

Setelah mengetahui banyak sekali orang yang betah mengemis karena penghasilan yang cukup besar, sebaiknya kita tidak memberi sedekah kepada pengemis yang ada di jalan. Terus, kemana kita bersedekah? Nah, jika masih ada keluarga dekat kita yang masih belum mampu memenuhi kebutuhan hidup, sebaiknya kita bersedekah kepada keluarga kita. Jika tidak ada, lihatlah tetangga kita apakah masih ada tetangga yang belum mampu memenuhi kehidupannya? Jika ada, maka berikanlah ia sedekah. Jika tidak ada maka berikanlah sedekah kepada orang yang benar-benar fakir dan kita tahu bahwa dia belum mampu memenuhi kebutuhannya. Atau, bisa juga kita sedekahkan kepada masjid-masjid atau lembaga-lembaga lain yang bertujuan untuk memakmurkan umat Islam.

Sekian artikel dari saya. Semoga bermanfaat!

Minggu, 26 Januari 2014

Keliling-Keliling Kota Tua Jakarta

By Unknown   Posted at  09.51   Wisata No comments
Buat sahabat yang tinggal di daerah Jabodetabek, mungkin sudah gak asing lagi sama yang namanya Kota Tua. Kota Tua merupakan daerah bersejarah di Jakarta. Dari namanya saja sudah terlihat jelas bahwa daerah ini menyimpan banyak catatan sejarah. Gedung-gedung di daerah ini juga sudah dibangun sejak zaman penjajahan, sehingga arsitektur Eropa sangat kental pada gedung-gedung tersebut. Sebelum saya sebutkan tempat-tempat wisata yang menarik di kawasan Kota Tua, yuk kita simak sejarah singkat Kota Tua!

Sejarah Singkat
Pada tahun 1526, Fatahillah dikirim oleh Kesultanan Demak untuk menyerang pelabuhan Sunda Kelapa di Kerajaan Pajajaran. Setelah Demak berhasil menaklukan Sunda Kelapa, maka pelabuhan ini menjadi bagian dari wilayah Kesultanan Demak. Lalu, daerah ini dinamakan Jayakarta.

Namun, pada tahun 1619, VOC berhasil menghancurkan kekuasaan Kerajaan Demak di Jayakarta. Penyerangan ini dipimpin oleh Jan Piterzoon Coen. Pada tahun berikutnya, VOC mengubah nama Jayakarta menjadi Batavia untuk menghormati para leluhurnya, Batavieren. VOC juga membangun kota dengan pusatnya di sebelah timur Ciliwung, tepatnya di sekitar Lapangan Fatahillah.

Pada tahun 1635, Batavia meluas hingga tepi barat Ciliwung. Kota ini dirancang dengan gaya Eropa lengkap dengan benteng, dinding kota, dan kanal. Pada tahun 1650, Batavia selesai dibangun. Kemudian, Batavia dijadikan kantor pusat untuk kongsi dagang VOC. Pada tahun 1870-an, Batavia dijadikan ibukota administratif Hindia-Belanda.

Transportasi
Sahabat bisa naik KRL Jabodetabek dan turun di Stasiun Jakarta Kota. Jika ingin naik bus Transjakarta, sahabat bisa naik Transjakarta koridor 1 (Blok M - Kota) dan turun di Kota. Jika sahabat berasal dari Ciputat dan sekitarnya, sahabat bisa naik APTB Ciputat - Kota dan turun di Kota. Sahabat juga bisa naik Taksi, tapi biasanya jalan di sekitar Stasiun Jakarta Kota menjadi padat pada hari kerja. Sahabat juga bisa menggunakan transportasi lain seperti:
  • Mikrolet M08 ke Tanah Abang
  • Mikrolet M12 ke Senen
  • Mikrolet M15 ke Tanjung Priok
  • Mikrolet M15A ke Tanjung Priok
  • Mikrolet M25 ke Grogol
  • Mikrolet M39 ke Pademangan
  • Mikrolet M41 ke Grogol
  • Mikrolet M43 ke Grogol
  • Mikrolet M53 ke Pulo Gadung
  • KWK B02 ke Warung Gantung
  • KWK B06 ke Kamal
  • KWK U10 Pademangan-Muara Angke
  • Kopami P02 Senen-Muara Karang
  • Kopaja B86 ke Lebak Bulus
  • Metromini B84 ke Kalideres
  • Metromini B29 ke Sunter
  • Metromini B30 ke Muara Angke
  • PPD P02 patas ke Cililitan (via Harmoni - Ps. Baru - Senen - Kramat - Salemba - Matraman - Kp. Melayu - UKI)
  • Mayasari Bakti AC27 patas ke Bekasi (via Mangga Dua - Kemayoran - Cempaka Putih - Tol Jatibening - Tol Barat)
  • Mayasari Bakti AC27 patas ke Bekasi (via Mangga Dua - Kemayoran - Cempaka Putih - Tol Jatibening - Tol Timur)
  • Mayasari Bakti AC33 patas ke Poris Plawad (via Roxy - Grogol - Tol Kb. Jeruk - Tol Karawaci - Cikokol)
(Sumber Wikipedia)

Tempat Menarik Untuk Dikunjungi
Kawasan Kota Tua mempunyai banyak tempat menarik yang bisa dikunjungi. Bangunan-bangunan tua yang berarsitektur Eropa mendominasi kawasan bersejarah ini. Sahabat bisa berkeliling-keliling Kota Tua dengan berjalan kaki atau juga bisa naik ojeg sepeda onthel. Nah, berikut ini merupakan tempat-tempat yang menarik untuk dikunjungi di kawasan Kota Tua.

Museum Fatahillah
Museum ini terletak di Jalan Taman Fatahillah No. 2. Sebelum menjadi museum, gedung ini merupakan Balai Kota yang terdiri dari dua bangunan utama dengan dua buah sayap di bagian timur dan barat, serta bangunan sanding yang dijadikan kantor, ruang pengadilan, dan ruang bawah tanah sebagai penjara. Koleksi yang dipajang di museum ini adalah Meriam si Jagur, sketsel, patung Hermes, pedang eksekusi, lemari arsip, lukisan Gubernur Jendral VOC Hindia Belanda tahun 1602-1942, meja bulat berdiameter 2,25 meter tanpa sambungan, peralatan masyarakat prasejarah, prasasti, dan senjata.

Museum Bank Indonesia
Terletak di Jalan Pintu Besar Utara No. 3 di depan Stasiun Jakarta Kota. Museum ini menyajikan informasi peran Bank Indonesia dalam perjalanan sejarah bangsa yang dimulai sejak sebelum kedatangan bangsa barat di Nusantara hingga terbentuknya Bank Indonesia pada tahun 1953 dan kebijakan-kebijakan Bank Indonesia, meliputi pula latar belakang dan dampak kebijakan Bank Indonesia bagi masyarakat sampai dengan tahun 2005. Penyajiannya dikemas sedemikian rupa dengan memanfaatkan teknologi modern dan multi media, seperti display elektronik, panel statik, televisi plasma, dan diorama sehingga menciptakan kenyamanan pengunjung dalam menikmati Museum Bank Indonesia. Selain itu terdapat pula fakta dan koleksi benda bersejarah pada masa sebelum terbentuknya Bank Indonesia, seperti pada masa kerajaan-kerajaan Nusantara, antara lain berupa koleksi uang numismatik yang ditampilkan juga secara menarik.

Pelabuhan Sunda Kelapa
Pelabuhan Sunda Kelapa terletak di Penjaringan. Meskipun sekarang Sunda Kelapa hanyalah nama salah satu pelabuhan di Jakarta, daerah ini sangat penting karena desa di sekitar pelabuhan Sunda Kelapa adalah cikal-bakal kota Jakarta yang hari jadinya ditetapkan pada tanggal 22 Juni 1527. Kala itu Kalapa, nama aslinya, merupakan pelabuhan kerajaan Pajajaran yang beribukota di Pakuan (sekarang kota Bogor) yang direbut oleh pasukan Demak dan Cirebon. Walaupun hari jadi kota Jakarta baru ditetapkan pada abad ke-16, sejarah Sunda Kelapa sudah dimulai jauh lebih awal, yaitu pada zaman pendahulu Pajajaran, yaitu kerajaan Tarumanagara. Kerajaan Tarumanagara pernah diserang dan ditaklukkan oleh kerajaan Sriwijaya dari Sumatera.

Minggu, 29 Desember 2013

Cappuccino Berasal dari Turki?

By Unknown   Posted at  13.33   Kuliner No comments

Kali ini saya akan membahas tentang kopi lagi. Nah, kali ini saya akan membahas kopi yang sangat identik dengan Italia, yaitu Cappuccino. Kenapa sih kopi ini sangat terkenal dan identik dengan negeri spaghetti itu? Kopi ini memang menjadi kopi yang umum disajikan di kafe-kafe Italia. Kopi ini warnanya cokelat yang di atasnya terdapat busa susu. Cappuccino disajikan dari sepertiga espresso, sepertiga susu yang dikukus, dan sepertiga busa susu dan biasanya diminum pada saat pagi hari.

Perkembangan Awal Cappuccino
Awalnya, orang-orang Nasrani menganggap bahwa kopi sebagai minuman setan. Karena minuman ini merupakan minuman yang sering diminum oleh musuh-musuh mereka pada Perang Salib. Paus pada saat itu, Vincent III, penasaran dengan kopi. Akhirnya, ia memutuskan mencari kopi. Setelah ia mencicipi kopi, ia sangat menikmati rasa dari kopi itu, lalu keputusan 'haram' tidak jadi dikeluarkan.

Suatu ketika pasukan Nasrani menemukan berkarung-karung kopi yang ditinggalkan pasukan Ottoman. Perkembangan kopi di Wina, Austria berubah. Untuk menghilangkan rasa pahit, pasukan bawahan Marco D'Aviano mencampurkan krim dan madu. Kemudian, warna kopi tersebut berubah menjadi cokelat mirip Cappucchin (topi) D' Aviano.

Terkenal di Italia
Di Negara Italia, tempat asal D' Aviano, cappuccino ini telah berkembang dengan berbagai variasi. Sejak ditemukan pada 1901, minuman cappuccino mulai populer dengan semakin banyaknya mesin espresso di kedai kopi maupun restoran. Sajian cappuccino dalam bentuknya yang dikenal seperti sekarang ini sudah berkembang mulai tahun 1950-an.

Hingga tahun 1990, cappuccino hanya diminum oleh masyarakat Eropa dan beberapa kota besar di Amerika Utara. Namun pada saat ini, cappuccino dapat ditemukan di kafe-kafe dengan mudah. Variasi cappuccino pun mulai berkembang. Cappuccino kini bisa disajikan panas ataupun dingin. Ada juga yang menambahkan topping cokelat atau es krim. Namun bagaimanapun juga, cappuccino merupakan minuman yang paling sulit dihidangkan.

Rabu, 25 Desember 2013

Sikap Muslim Terhadap Hari Raya Orang Kafir

By Unknown   Posted at  13.23   Islam 2 comments

Indonesia merupakan negara yang beragam penduduknya. Mulai dari suku bangsa hingga agama. Islam merupakan agama yang ayoritas dianut oleh penduduk Indonesia. Mungkin banyak sekali budaya di Indonesia yang terpengaruh oleh budaya Islam. Namun, akhir-akhir ini banyak sekali saudara Muslim yang 'membeo' dengan budaya orang kafir. Seringkali kita melihat saudara Muslim yang mengucapkan selamat untuk hari raya orang kafir. Dalam artikel ini, saya akan mengupas bagaimana seorang Muslim harus bersikap terhadap hari raya orang kafir.

Tidak menghadiri hari raya orang kafir
Menurut Syaikh Muhammad bin Shalih Ibnu Utsaimin rahimahullah, beliau berpendapat bahwa berbaurnya seorang Muslim dengan orang-orang kafir dalam perayaan hari raya orang kafir hukumnya haram. Allah SWT berfirman:
“Dan tolong menolonglah kalian dalam kebaikan dan ketaqwaan dan janganlah kalian tolong menolong didalam dosa dan pelanggaran.” (QS Al-Maidah: 2)
Para ulama sepakat bahwa menghadiri perayaan hari raya orang kafir hukumnya haram. Karena menghadiri hari raya mereka terdapat unsur keridhaan atas kebathilan yang mereka kerjakan. Rasulullah SAW bersabda:
“Dan janganlah kalian menemui orang-orang musyrikin di gereja-gereja atau tempat-tempat ibadah mereka, karena kemurkaan Allah akan menimpa mereka.” (HR Al Baihaqi sanadnya shahih)
Tidak mengucapkan ucapan selamat hari raya
Syaikh Ibnu Utsaimin mengatakan bahwa mengucapkan selamat hari raya Natal kepada kaum Nasrani atau hari raya selain hari raya umat Islam kepada orang kafir, maka hukumnya haram. Karena dengan mengucapkan selamat hari raya orang kafir mengandung unsur keridhaan dan persetujuan atas kekufuran mereka, walaupun kita tidak meridhai hari raya mereka. Jika mereka mengucapkan selamat hari raya mereka kepada kita, maka kita tidak boleh membalasnya.

Tidak tukar-menukar hadiah pada hari raya mereka
Syaikh Ibnu Utsaimin mengatakan bahwa haram hukumnya jika tukar-menukar hadiah pada hari Natal. Hal ini diharamkan karena mengandung unsur persetujuan atas kekufuran yang mereka lakukan.

Tidak menjual keperluan hari raya orang kafir
Syaikh Ibnu Taimiyah rahimahullah berpendapat bahwa menjual barang-barang seperti pakaian, makanan, minuman, atau yang lainnya untuk keperluan hari raya orang kafir hukumnya haram. Hal ini didasari atas kaidah yang sudah ditentukan sebelumnya, seperti menjual senjata untuk memerangi kaum Muslimin.

Tidak melakukan aktivitas yang menyerupai orang kafir pada hari raya mereka
Syaikh Ibnu Utsaimin mengatakan bahwa melakukan aktivivtas yang menyerupai orang kafir pada hari raya mereka adalah haram. Makan malam untuk menunggu pergantian tahun, membagikan permen pada saat Halloween, atau aktivitas lain yang menyerupai orang kafir merupakan tindakan yang meniru-niru orang kafir. Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk kaum tersebut.” (HR Abu Daud sanadnya hasan)
Demikian artikel yang dapat saya sampaikan. Semoga dapat diambil hikmahnya. Wallahu A'lam.

Selasa, 24 Desember 2013

Sejarah Cabai

By Unknown   Posted at  20.34   Kuliner No comments

Semua orang di dunia sudah kenal cabai. Cabai merupakan salah satu bumbu makanan yang paling populer. Mungkin bagi sebagian sahabat pembaca sering memakai sambal cabai sebagai bumbu pelengkap pada makanan.

Tahukah sahabat, bahwa sebenarnya cabai bukanlah tanaman asli dari Indonesia. Tanaman cabai awalnya berasal dari benua Amerika, tepatnya di bagian tengah dan selatan. Kira-kira, penggunaan cabai digunakan pada tahun 7000 SM oleh suku Indian. Sekitar tahun 5200 - 3400 SM, cabai mulai dipergunakan secara luas oleh semua penduduk asli di benua Amerika. Pada saat itu pula, suku Indian mulai membudidayakan cabai dengan cara mencangkok atau menyetek.

Dipopulerkan Colombus
Pada saat penjelajahan samudera pada abad XV, Colombus menemukan benua Amerika. Dia heran ketika melihat para penduduk asli Amerika sudah membudayakan tanaman cabai. Cabai temuan Colombus ini berasal dari Amerika Selatan yang diduga disebarkan oleh suku Indian.

Pada tahun 1502, Colombus memperkenalkan hasil temuannya di benua Amerika kepada masyarakat di Eropa. Spanyol merupakan negara pertama yang menggunakan cabai sebagai bumbu masak. Penyebarannya sangat cepat, sehingga hampir seluruh negara di benua Eropa mengenal cabai sebagai rempah-rempah. Kemudian, Spanyol dan Portugis menyebarluaskan cabai di Asia, tentunya Indonesia. 

Cabai di Indonesia
Sebenarnya, tidak ada bukti sejarah tentang penyebaran cabai di Indonesia. Namun dapat diperkikan cabai masuk ke Indonesia sekitar abad XV hingga XVI, di mana Portugis menguasai perdagangan rempah-rempah di Nusantara. Pada tahun 1512 dan 1521, Portugis melakukan perundingan dengan penguasa kerajaan Sunda. Lalu, Portugis dan kerajaan Sunda menandatangani perjanjian dagang, dan pemberian hak kepada Portugis untuk membangun benteng di Sunda Kelapa. Pada tahun berikutnya, Portugis mengirimkan kapal yang berisi barang-barang berharga untuk dipersembahkan kepada Raja. Kemungkinan, salah satu dari barang tersebut adalah bibit cabai.

Pada tahun 1527, Portugis diusir oleh kerajaan Demak. Kemudian, Portugis melangkahkan kakinya di Indonesia bagian timur, yaitu Maluku. Kemungkinan besar, perkembangan cabai di daerah Maluku berasal dari pendudukan Portugis di Maluku sendiri.

Setelah VOC dibubarkan, maka diterapkan sistem tanam paksa. Semua tanaman rempah-rempah yang dianggap menguntungkan wajib ditanam di lahan milik warga. Kemungkinan, beberapa wilayah di Nusantara diwajibkan menanam cabai, karena cabai merupakan salah satu hasil perkebunan yang digemari oleh masyarakat di Eropa. Sebagai bukti, pada tahun 1918 terdapat ribuan kilogram cabai yang dikirim dari pelabuhan di Jakarta, Cirebon, Semarang, dan Surabaya menuju Sumatera dan Kalimantan.

Perlu diketahui bahwa sekitar abad XIX dan XX, masyarakat Jawa sudah terbiasa mengolah cabai sebagai bumbu masakan dan juga obat. Dari penamaan daun cabai sendiri, masyarakat Jawa menyebutnya godong sabrang atau daun seberang. Sangat jelas bahwa cabai sendiri bukan berasal dari tanah Jawa.

Sekian info unik dan menarik dari saya. Semoga bermanfaat.

Senin, 23 Desember 2013

Kumpul Fraksi DKM Ar-Rahmah 2013

By Unknown   Posted at  11.30   Jurnalku No comments
Kamis, 19 Desember 2013

Hari ini gue antusias banget, karena bakal ada Kumpul Fraksi atau kumfrak. Kumfrak ini acaranya adalah kumpul bareng semua anggota DKM. Jadi, pasti rame banget acara ini. Tapi, pada pagi ini, gue sebel karena bokap gue suruh berangkat bareng sama bokap. Jadi, gue berangkat dari rumah telat, sekitar jam 06:05. Untungnya, pas gue udah di stasiun Bojonggede ternyata kereta ke Bogor udah berangkat Citayam, jadi gak usah nunggu lama deh.

Pas sampe di stasiun Bogor, ternyata baru jam 06:45, dan disuruh kumpul sama panitia sekitar jam 07:00. So, gue jalan ke sekolah sedikit santai. Eh, pas sampe SMANSA, ternyata masih sepi. Yaah, mana nih panitia? Katanya jam 07:00 kumpul di SMANSA. Ya udah deh, gue terpaksa masuk daripada keluyuran di luar kayak orang kurang kerjaan. Pas gue naik tangga, ternyata sedikit banget anak SMANSA yang masuk. Ini kedua kalinya gue masuk ke SMANSA dalam keadaan sepi setelah mabit DKM beberapa bulan yang lalu. Oke, pas gue udah di lantai 3, gue liat temen sekelas gue, Alvin, lagi ngobrol sama temennya. Tapi, gue gak liat anak kelas X anggota DKM di lantai 3. Yaudah deh, gue duduk di pojok lantai 3 deket kelas X MIPA 8. Terus, gue ambil HP gue dan ngecek Line. Ternyata, temen gue Hamas udah sampe Leeds, tempat anak DKM main futsal nanti. Wah, rajin banget nih anak. Pas gue keluar, ternyata udah ada Alif sama Refo yang udah dateng di SMANSA. Tapi, gue gak liat A' Dea dan A' Godam yang nyuruh gua ngumpul di SMANSA.

Singkat cerita, A' Godam dan A' Dea udah sampe di SMANSA. Jadinya, kami langsung capcus deh ke Leeds. Pas sampe Leeds, ternyata udah banyak anak DKM yang udah sampe di Leeds. Ya udah deh, gue langsung ganti baju. Pas gue ganti celana, gue ngeliat celana abu-abu gue kotor. Aduh, gimana nih? Mana nanti pas acara inti harus pake baju batik sama celana abu-abu lagi. Huuft.

Abis ganti baju, gue langsung pemanasan. Dan, langsung dibagi timnya. Pas pertandingan baru mulai, tim gue langsung nyetak gol. Wiih, bangga banget gue, padahal bukan gue yang ngegolin. Hahaha. Pas baru 15 menit main, akhirnya gue istirahat. Pas udah 15 menit istirahat, akhirnya pertandingan "asal" jadi pertandingan antar angkatan. So, pertandingan antara Jangkar Bahtera (angkatan atas gue) lawan Pedang Platinum (angkatan gue) dimulai. Awal pertandingan, PP (Pedang Platinum) udah kebobolan. Singkat cerita, PP tetep aja kalah, walaupun cuma selisih 2 gol.

Nah, setelah jam 10, futsalnya udah selesai. Jadinya, langsung deh ke rumah Teh Sofi untuk acara inti. Pembukaan baru dimulai pas jam setengah 12, dan gue kelaperan. Hahaha. Tapi, para akhwatnya udah nyiapin makanan buat acaranya, jadinya gue bisa ngeganjel perut gue yang udah kelaperan. Pas adzan Dzuhur, acara dihentikan sementara untuk ishoma. Pas gue jalan ke Masjid, rasanya gue lemes banget. Maklum, efek main futsal dan kelaperan. Walaupun gue jalan dengan nafas yang tersengal-sengal, tapi gue masih kuat ngejalanin kehidupan ini (apasih). Abis sholat Dzuhur, akhirnya kami balik lagi ke rumah Teh Sofi. Sekarang adalah acara yang paling ditunggu-tunggu. MAAKAAAN!!! Menunya juga spesial, yaitu McD. Walaupun paket standar, tapi cukup bikin gue kenyang.

Setelah makan, udah deh lanjut lagi ke acara selanjutnya, yaitu game antar departemen. Jadi, setiap departemen disuruh kumpul. Terus, tiap anggota departemen disuruh ngambil foto anggota-anggota departemen yang sama, terus fotonya dinamain. Simpel kan game-nya? Saking simpelnya, semua departemen gak ada yang salah.

Terus, acara selanjutnya adalah sharing antar departemen. Jadi, tiap anggota departemen dikasih selembar kertas, terus kertas itu ditulis kendala selama jadi anggota departemen, solusi dari kendala, harapan masa depan departemen, dan juga unek-unek yang mau disampaikan. Terus, kertas itu nantinya dikumpulin ke ketua departemen.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan curhat umum. Lah kok curhat umum? Ya soalnya curhatnya didegerin oleh semua anggota DKM. Karena sifatnya hanya untuk anggota DKM aja, jadinya gue gak akan ngasih tau curhatnya ngomongin apa. Hehe. Abis curhat umum, udah deh acara selesai dan diadakan foto bareng angkatan

Jumat, 20 Desember 2013

Antara Danau Tiberias dan Al-Masih Dajjal

By Unknown   Posted at  19.00   Islam No comments
Assalamu'alaikum Wr. Wb.


Apa kabar sahabat pembaca? Semoga tetap bahagia dan diberkati oleh Allah SWT. Nah, kali ini saya akan membahas tentang Danau Tiberias dengan kemunculan Dajjal. Nah, sebelumnya saya akan menjelaskan gambaran umum Danau Tiberias. Danau Tiberias atau Danau Galilea merupakan danau air tawar terbesar di Israel yang terletak di dataran tinggi Golan. Danau ini merupakan danau air tawar terendah di dunia, dan juga danau terendah kedua di dunia setelah Laut Mati. Sumber air dari danau ini adalah mata air dari bawah tanah dan juga aliran sungai Yordan yang mengalir dari utara ke selatan. Danau ini menjadi sumber air bersih bagi penduduk Palestina dan Israel. Selain itu, danau ini juga merupakan tempat terpenting bagi agama samawi.

Pada saat ini, orang-orang Israel membangun pemukiman dan juga resort penginapan untuk wisatawan. Orang Israel juga membangun instalasi militer di daerah itu, karena Danau Tiberias terletak di dekat perbatasan Palestina dan juga Suriah.

Namun, pada akhir dekade ini, volume air Danau Tiberias mulai menyusut. Hal ini menjadi kekhawatiran bagi pemerintah Israel mengingat pentingnya peran Danau Tiberias sebagai sumber air. Dalam situs www.savekinneret.com, pemerintah Israel mengeluarkan peringatan yang artinya:
Danau Kinneret (Tiberias), sumber air utama Israel, sedang mengering! Beberapa tahun ini, curah hujan di bawah rata-rata, dan ketinggian air sudah berada pada "garis hitam", di mana air tidak akan bisa dipompa lagi dan menyebabkan gangguan pada pasokan air.
Rasulullah SAW telah memberitakan beberapa tanda-tanda Dajjal. Salah satunya adalah air di Danau Tiberias menjadi kering. Dalam satu riwayat Imam Muslim, diriwayatkan dari Fatimah binti Qais bahwa beliau radhiallahu 'anhu berkata:

“Saya mendengar juru panggil Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyeru: Shalat Jama’ah! Shalat jama’ah” (panggilan seperti ini biasanya hanya pada waktu shalat atau apabila ada sesuatu yang sangat penting). Fatimah binti Qais melanjutkan, “Maka saya pun pergi ke masjid dan shalat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan saya berada pada shaf pertama para wanita. Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah selesai beliau duduk di atas mimbar.

Beliau tertawa kemudian berkata,’Hendaklah masing-masing tetap di tempat! Tahukah Anda semua mengapa saya kumpulkan?’

Para Shahabat menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya lebih tahu:

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Bukan karena suatu kabar gembira, bukan pula karena suatu ancaman, tetapi karena Tamim ad-Dari tadinya seorang pemeluk Nasrani lalu dia datang menyatakan keIslamannya dan menceritakan kepada saya kejadian yang sesuai dengan yang pernah saya sampaikan kepada kalian semua tentang al-Masih ad-Dajjal. Dia menceritakan kepada saya bahwa dia berlayar dengan tiga puluh orang dari Lakhm dan Juzam, lalu ombak besar membuat mereka terombang ambing di lautan sebulan lamanya hingga akhirnya mereka terdampar di sebuah pulau di arah timur matahari. Mereka pun turun dan duduk beristirahat dekat kapal mereka lalu memasuki pulau tersebut. Mereka kemudian bertemu dengan makhluk melata yang dipenuhi bulu. Saking banyaknya bulunya mereka tidak tahu mana bagian depan dan bagian belakangnya. Mereka berkata, Makhluk apakah Engkau ini?’ Makhluk itu berkata, Aku adalah Jassasah (Pengintai).’ Mereka bertanya, Apa itu Jassasah?’ Makhluk tu menjawab, ‘Pergilah kalian menemui laki-laki yang ada di gedung besar sana, dia sangat ingin mendengar berita dari kalian.’

Tamim berkata, ‘Ketika dia menyebut nama seorang laki-laki, kami takut bahwa makhluk itu adalah setan. Maka kami pun bergegas pergi sampai kami menemukan bangunan besar itu lalu masuk ke dalamnya. Di sana ada seorang manusia yang paling besar dan paling kuat yang pernah kami lihat. Kedua tangannya terbelenggu ke lehernya diantara kedua lutut dan sikunya. Kami berkata, ‘Celakalah engkau, makhluk apakah engkau ini?’

Dia menjawab, kalian mampu menemukanku, beritahu saya siapa kalian ini!’ Mereka (Tamim dan rombongan) menjawab, ‘Kami adalah orang-orang Arab, kami naik kapal laut, tiba-tiba ombak pasang dan kami pun terombang-ambing selama satu bulan sampai akhirnya terdampar di pulau Anda ini. Kami pun merapat dan memasukinya. Tiba-tiba kami bertemu dengan makhluk melata yang berbulu sangat lebat sehingga sulit mengetahui mana depan dan mana bagian belakangnya. Kami berkata kepadanya, ‘Celakalah engkau, makhluk apakah kau ini?’ Dia menjawab, Aku adalah jassasah (Pengintai).’ Kami pun berkata, Apakah jassasah itu?’ Dia berkata, ‘Pergilah temui laki-laki yang ada di bangunan besar itu karena dia sangat ingin mendengarkan berita dari kalian!’ Maka kami pun bergegas menemuimu, dan merasa takut dengan makhluk itu dan menyangka dia adalah setan.

Laki-laki besar itu berkata, ‘Beritahukan kepada saya tentang kebun kurma Baisan!’ Kami berkata, ‘Tentang apanya yang ingin engkau ketahui?’ Dia berkata, ‘Tentang pohon-pohon kurmanya, apakah masih berbuah?’ Kami berkata, ‘Ya.’ Dia berkata, ‘Ketahuilah kurma-kurma itu hampir tidak lagi berbuah.

Beritakan kepadaku tentang danau Tiberias!’ Kami pun berkata, ‘Tenting apanya yang ingin engkau ketahui?’ Dia berkata, Apakah di sana ada airnya?’ Kami menjawab, ‘Danau itu banyak airnya, ‘Dia berkata, ‘Ketahuilah airnya tak lama lagi akan habis.

Beritahu saga tentang sumber air Zagar!’ Kami berkata, ‘Tentang apanya yang ingin engkau ketahui?’ Dia berkata, Apakah masih banyak airnya? Apakah penduduk sekitarnya memanfaatkan airnya untuk bercocok tanam?’ Kami menjawab, ‘Ya, airnya banyak, penduduk sekitar memanfaatkannya untuk bercocok tanam.’

Dia berkata, ‘Beritakan kepada saya tentang Nabi kaum yang ummi, apa yang telah dilakukannya?’ Mereka menjawab, ‘Dia telah muncul di Mekkah dan tinggal di Yasrib,’ Dia berkata, Apakah orang-orang Arab memerangi mereka?’ Kami menjawab, ‘Ya.’ Dia berkata, Apa yang dilakukannya kepada mereka?’ Maka kami pun memberitahurnya bahwa telah tampak para pengikutnya dari kalangan orang-orang Arab, mereka mematuhinya. Dia berkata, ‘Itu sudah terjadi?’ Kami menjawab, ‘Ya,’ Dia berkata, jika demikian maka yang terbaik bagi kalian ialah mematuhinya. Aku beritahukan kepada kalian siapa sesungguhnya aku ini. Aku adalah al-Masih, hampir datang waktunya aku diizinkan keluar, lalu akan berjalan mengelilingi bumi, tidak satu kampung pun yang tidak kusinggahi dalam waktu empat puluh malam kecuali Mekkah dan Taibah karena keduanya diharamkan atasku. Setiap kali aku berusaha untuk memasuki salah satu dari keduanya aku akan dihadang oleh Malaikat yang memegang pedang mengusir saya menjauhi kedua kota itu. Setiap celah kota itu dijaga oleh para malaikat.”

Fatimah binti Qais (perawi hadits) berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menghentakkan tongkat beliau ke mimbar dan berkata, ‘Inilah Taibah, inilah Taibah (maksud beliau Madinah). Bukankah saya pernah menyampaikannya hal seperti ini kepada kalian?’ Para hadirin menjawab, ‘Benar,’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan, ‘Sesungguhnya apa yang disampaikan oleh Tamim membuatku kagum karena sesuai dengan yang pernah saya sampaikan kepada kalian tentang Dajjal, Madinah dan Mekkah. Dia berada di laut Syam atau laut Yaman; bukan, tetapi dia ada di timur, dia ada di timur, dia ada di timur!’ Beliau pun memberi isyarat dengan tangannya ke arah timur. Fatimah melanjutkan, “Maka saya pun menghafalnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Sudah sangat jelas, bahwa keringnya Danau Tiberias merupakan salah satu tanda kemunculan Dajjal. Oleh karena itu, sebagai seorang muslim, kita harus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita agar kita terhindar dari fitnah Dajjal. Ketahuilah sahabat, bahwa fitnah Dajjal merupakan fitnah terbesar yang akan muncul di muka bumi ini.




















Demikian artikel yang dapat saya sampaikan, apabila ada kesalahan dan kekurangan, mohon dimaafkan.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Minggu, 15 Desember 2013

Akibat Ghadab dan Syaitan

By Unknown   Posted at  11.43   Islam 1 comment

Pada siang tadi, saya melihat kejadian yang tidak biasa. Pada saat itu, saya sedang naik angkot, kebetulan saya duduk di depan. Lalu, pada saat angkot saya melewati tikungan, tiba-tiba saya melihat kerumunan orang-orang di tengah jalan. Ternyata ada seorang laki-laki, mungkin sekitar umur 25-an sedang memegang genting sambil marah-marah. Dia beberapa kali mencoba memukul pengendara yang ada di sekitarnya dengan genting itu, tetapi ada seorang perempuan (entah siapa dia) mencoba untuk meredam amarah lelaki itu. Setelah genting itu diletakkan, saya kira dia sudah berhenti marah-marah, eh ternyata dia malah memukul salah satu pengendara motor. Untungnya, pengendara motor itu tidak terluka, dan kacamata yang ia pakai tidak pecah. Lantas, supir angkot yang saya tumpangi sengaja menabrak lelaki yang memukul pengendara motor tersebut dengan pelan. Lalu, terjadi adu mulut antara supir angkot dengan lelaki tersebut. Setelah konflik semakin memanas, akhirnya beberapa warga kampung memaki-maki lelaki yang memukul pengendara motor itu dan sempat juga terjadi adu jotos. Akhirnya, setelah warga kampung 'mendominasi' konflik, lelaki yang memukul pengendara motor tersebut malah melarikan diri tanpa ada rasa tanggung jawab.

Dari kejadian yang penulis alami, kita bisa menyimpulkan bahwa jika kita tidak dapat mengendalikan amarah, maka kita pasti akan mendapat kerugian. Dalam Islam, kita dibolehkan marah karena Allah. Artinya, kita boleh marah apabila kita melihat kekufuran yang terjadi pada umat. Namun, jika bukan karena Allah, maka hal ini termasuk perbuatan yang tercela. Kita dapat mencontoh Ali bin Abu Thalib radhiallahuanhuma dari kisah berikut ini.

Dalam suatu peperangan Ali bin Abu Thalib berhasil menjatuhkan musuhnya. Dengan sigap beliau langsung menindih dengan tubuhnya siap dengan pedang terhunus untuk memenggal.

Dalam kondisi terjepit musuh Allah tersebut meludahi wajah Ali bin Abu Thalib. Seketika itu juga pedang yang sudah siap dihunus diturunkan untuk membatalkan niatnya menghabisi musuhnya. Ketika ditanya, ” Mengapa engkau tidak melanjutkan niatmu untuk memenggal kepalaku?”

Ali bin Abu Thalib menjawab,”Ketika aku menjatuhkanmu aku ingin membunuhmu karena Allah akan tetapi ketika engkau meludahiku maka niatku membunuhku karena amarahku kepadamu”.

Dari kisah di atas, Ali bin Abu Thalib tidak jadi membunuh musuhnya karena beliau marah kepada musuhnya dan bukan karena Allah. Oleh karena itu, kita tidak boleh menyakiti seseorang apabila kita marah bukan karena Allah. Agar kita bisa terhindar dari ghadab, simak tips-tips berikut ini untuk meredam amarah:

Pertama, mintalah perlindungan kepada Allah dengan membaca: 
أعوذُ بالله مِنَ الشَّيْطانِ الرَّجيمِ

Rasulullah SAW bersabda:
Sungguh saya mengetahui ada satu kalimat, jika dibaca oleh orang ini, marahnya akan hilang. Jika dia membaca ta’awudz: A’-uudzu billahi minas syaithanir rajiim, marahnya akan hilang. (HR. Bukhari dan Muslim)
Kedua, diam dan jagalah lisan. Ketika seseorang sedang marah, maka ia cenderung berkata-kata yang tidak baik. Oleh karena itu, diam merupakan jalan yang terbaik untuk menghindari dosa yang lebih besar.

Rasulullah SAW bersabda:
Jika kalian marah, diamlah. (HR Ahmad, sanadnya hasan lighairih)
Ucapan kekafiran, celaan berlebihan, mengumpat takdir, dan yang lainnya, bisa saja dicatat oleh Allah sebagai tabungan dosa. Rasulullah SAW bersabda:
Sesungguhnya ada hamba yang mengucapkan satu kalimat, yang dia tidak terlalu memikirkan dampaknya, namun menggelincirkannya ke neraka yang dalamnya sejauh timur dan barat. (HR. Bukhari dan Muslim)
Ketiga, mengambil posisi yang lebih rendah. Orang yang marah cenderung ingin selalu lebih tinggi, dan lebih tinggi lagi. Dengan posisi yang lebih tinggi, ia dapat melampiaskan amarah sepuasnya. Oleh karena itu, Rasulullah SAW bersabda:
Apabila kalian marah, dan dia dalam posisi berdiri, hendaknya dia duduk. Karena dengan itu marahnya bisa hilang. Jika belum juga hilang, hendak dia mengambil posisi tidur. (HR. Ahmad, sanadnya shahih)
Keempat, segeralah berwudhu dan mandi. Rasulullah SAW bersabda:
Sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air. Apabila kalian marah, hendaknya dia berwudhu. (HR Ahmad dan Abu Dawud)
Sekian artikel yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat. 

Rabu, 11 Desember 2013

Menilik Kembali Sistem Perkeretaapian Indonesia

By Unknown   Posted at  05.15   Opini No comments
Kecelakaan KRL vs Truk BBM di Bintaro. Sumber: kompas.com
Pada hari Senin, 9 Desember 2013, penduduk Jabodetabek dikejutkan dengan tabrakan KRL Commuter Line dengan truk tangki BBM. Beberapa saksi mengatakan bahwa truk tangki BBM menerobos palang perlintasan kereta api. Ada juga yang beranggapan bahwa truk tangki BBM terjebak dalam kemacetan. Saat ini, pemerintah Indonesia sedang melakukan penyelidikan yang dilakukan oleh KNKT dan kawan-kawan. Sebelum hasil penyelidikan dikeluarkan, saya ingin mengungkapkan pendapat saya mengenai kecelakaan ini.

Sebelum kecelakaan terjadi, perlintasan Pondok Betung (tepatnya di Jalan Bintaro Permai) ini memang rawan kemacetan. Situasi ini tidak hanya dialami oleh perlintasan-perlintasan lain di Jabodetabek. Tabrakan antara kendaraan bermotor dengan kereta sudah sering terjadi. Sebanyak 44 perlintasan kereta rawan kecelakaan yang tersebar di Jabodetabek. Biasanya, sebab utama dari kecelakaan ini adalah kemacetan yang terjadi di dekat perlintasan kereta. Kita sering menemui situasi ini di Jakarta terutama. Sebab yang lain adalah kelalaian para pengendara di jalan. Sudah menjadi hal yang lumrah ketika para pengendara kendaraan bermotor menerobos palang perlintasan kereta api walaupun sudah ditutup.

Untuk mengurangi jumlah kecelakaan yang terjadi di perlintasan kereta api, maka semua pihak baik itu pemerintah ataupun masyarakat sebagai pengguna jalan haruslah mempunyai kesadaran. Pemerintah haruslah mencari solusi untuk mengurangi kemacetan dan kecelakaan di perlintasan kereta. Salah satu solusi dari masalah ini adalah membangun fly-over atau underpass di perlintasan kereta api. Kita bisa melihat negara-negara tetangga yang sudah menerapkan hal ini. Para pengguna jalan juga harus memperhatikan keselamatannya pada saat melintasi perlintasan kereta api. Para pengguna jalan haruslah berhenti apabila sirine perlintasan kereta berbunyi.

Selain perlintasan kereta, sistem keamanan dalam kereta juga harus diperhatikan. Pada saat saya bandingkan antara KRL eks Jepang dengan KRL buatan Indonesia, saya bisa menyimpulkan bahwa sistem keamanan pada KRL buatan Indonesia (INKA) jauh lebih baik dibandingkan dengan KRL eks Jepang. Pada KRL buatan INKA, khususnya KRL KFW i9000 sudah cukup lengkap. KRL ini dilengkapi dengan palu pemecah kaca, pembuka pintu darurat, handel rem darurat, dan tabung pemadam kebakaran. Sedangkan pada KRL eks Jepang, hanya dilengkapi dengan tombol SOS dan tabung pemadam kebakaran. Untuk mengurangi risiko pada saat keadaan darurat, PT KAI dan PT KCJ harus menambah sistem keamanan terutama untuk KRL eks Jepang. Selain itu, PT KAI dan PT KCJ harus memperhatikan penempatan kereta khusus wanita, mengingat banyaknya korban berjenis kelamin wanita pada kecelakaan ini. Menurut saya, PT KAI dan PT KCJ harus mempertimbangkan kembali posisi kereta khusus wanita tersebut. Karena menurut saya, posisi kereta khusus wanita sangat besar risikonya jika posisinya berada di depan rangkaian kereta.

Saya juga turut berdukacita atas kecelakaan ini. Semoga bagi para korban yang meninggal diterima amalnya oleh Tuhan YME. Semoga, para keluarga korban diberikan kesabaran dan ketabahan atas musibah ini. Demikian artikel dari saya. Bila ada yang ingin memberikan kritik dan saran, harap memberikan komentar di bawah posting ini.

Back to top ↑
Connect with Us


© 2013 Jurnal Hanif. WP Mythemeshop Converted by Bloggertheme9
Blogger templates. Proudly Powered by Blogger.