Minggu, 30 Desember 2012

Wisata ke Kawah Putih, Ciwidey

By Hanif Furqon Hidayat   Posted at  11.45   Wisata No comments

Assalamualaikum Wr. Wb.

Halo sahabat pembaca, kali ini saya akan berbagi info tentang daerah wisata yang cukup menarik untuk dikunjungi, yaitu Kawah Putih, Ciwidey.  Nah, bicara soal liburan, kalian udah pada liburan belum? Kalau udah liburan dan belum tahu mau liburan kemana, saya sarankan untuk mengunjungi kawasan wisata Kawah Putih ini.



Sejarah Gunung Patuha dan Kawah Putih
Nama Gunung Patuha sendiri berasal dari kata "Pak Tua" karena dianggap oleh masyarakat Ciwidey sebagai gunung tertua. Lebih dari satu abad yang lalu, masyarakat Ciwidey menganggap gunung ini sebagai gunung angker, dan tidak ada seorangpun yang berani menginjaknya. Pada saat itu, keindahan dari gunung ini tidak diketahui oleh seorangpun.

Menurut keterangan, Gunung Patuha pernah meletus pada abad ke-10, dan membentuk kawah yang mengerikan di puncak gunung sebelah Barat. Lalu, pada abat ke-12, terjadi letusan kembali dan membentuk Kawah Putih yang bisa kita lihat sampai saat ini.

Pada tahun 1837, seorang yang berkebangsaan Belanda peranakan Jerman yang bernama Dr. Franz Wilhelm Junghuhn (1809-1864) mengadakan perjalanan ke daerah Bandung Selatan. Setelah sampai di daerah tersebut, Junghuhn merasakan suasana yang sangat sunyi. Tidak ada hewan yang melintasi daerah tersebut. Lalu, Junghuhn menanyakan hal tersebut kepada masyarakat setempat. Menurut masyarakat setempat, daerah ini merupakan daerah kerajaan jin dan juga merupakan tempat bersemayamnya arwah leluhur, sehingga tidak ada hewan yang berani masuk ke daerah ini. Dan apabila seekor burung yang berani menerobos daerah ini, dia akan terjatuh dan mati. Namun, Junghuhn tetap tidak percaya dengan cerita masyarakat setempat. Lalu, dia melanjutkan perjalanannya. Sebelum mencapai puncak gunung, Junghuhn tertegun melihat pesona alam yang sangat indah. Di sana terhampar danau yang luas dengan air yang berwarna kehijauan. Lalu, dia juga melihat semburan lava panas dan bau belerang yang menusuk dari danau tersebut. Dari saat itulah berdiri pabrik belerang Kawah Putih (Zwavel Otngining Kawah Putih). Lalu, dilanjutkan lagi di zaman Jepang dengan nama Kawah Putih Kenzanka Yokoya Ciwidey.

Sampai saat ini, cerita dan misteri tentang Kawah Putih masih tetap berkembang. Menurut kuncen Abah Karna, yang berumur kurang lebih 105 tahun dan bertempat tinggal di Kampung Pasir Hoe, Desa Sugih Mukti, di Kawah Putih terdapat makam para leluhur yaitu: Eyang Jaga Satru, Eyang Rangsa Sadana, Eyang Camat, Eyang Ngabai, Eyang Barabak, Eyang Baskom dan Eyang Jambrong. Salah satu puncak Gunung Patuha, Puncak Kapuk, dipercaya sebagai tempat berkumpul para leluhur yang dipimpin oleh Eyang Jaga Satru.Di tempat ini, sesekali masyarakat setempat melihat secara gaib seekor domba kutukan yang berbulu putih, dan dipercaya sebagai penjelmaan dari para leluhur.

Akses Jalan
Bagi sahabat yang berasal dari Jakarta dapat mengakses jalan Tol Purbaleunyi dan keluar di Kopo (KM 135). Setelah keluar tol, ambil arah ke Soreang, setelah itu ikuti petunjuk arah ke Ciwidey. Untuk lebih detilnya, silakan tanya masyarakat setempat (hehe :D). Setelah dekat dengan lokasi, jalanan mulai berkelok-kelok dan menanjak. Terlebih lagi minimnya penerangan jalan dan juga jalanan yang sempit. Namun, jangan khawatir tersesat! Di sana ada petunjuk jalan menuju Kawasan Wisata Kawah Putih.

Penginapan
Sahabat jangan pusing-pusing memikirkan penginapan apabila berkunjung ke Kawah Putih. Karena banyak resort yang menawarkan penginapan. Saat saya berkunjung ke Kawah Putih, saya menginap di Patuha Resort milik Perhutani. Lokasi Patuha Resort cukup dekat dengan Kawah Putih. Fasilitas di sana cukup lengkap, yaitu: kolam renang air panas, akses masuk gratis ke Kawah Putih, penyewaan mobil ke Kawah Putih, dan lain sebagainya. Di sana juga ada restoran yang buka di malam hari, dan juga sarapan gratis pada pagi hari. Dekat dari Patuha Resort juga ada warung yang menjual makanan ringan dan minuman. Tapi, jika sahabat terbiasa berbelanja di mini market, sahabat juga bisa menemui mini market dekat dengan Patuha Resort, namun sahabat harus turun gunung terlebih dahulu sekitar 500 meter. Tapi kalau sahabat ingin menginap di tempat lain ya silakan. Saya gak bermaksud promosi kok. ;)

Di Lokasi
Di Kawasan Wisata Kawah Putih, terdapat dua lapangan parkir. Yang pertama dekat dengan pintu masuk, yang kedua dekat dengan kawah. Bicara soal tarif tiket masuk, tarifnya memang mahal. Yaitu Rp150.000 untuk mobil, dan Rp5.000 untuk motor. Eits, itu belum termasuk orang yang ada di dalamnya loh. Untuk tarif per-orangnya yaitu Rp15.000. Wah, keluar duit banyak nih. Setelah masuk ke lokasi, ada dua pilihan, yaitu memarkir kendaraan di bawah lalu naik ontang-anting atau melanjutkan perjalanan ke atas dengan kendaraan pribadi. Jika sahabat ingin memarkir kendaraan di bawah dan naik ontang-anting, sahabat harus mengeluarkan duit lagi sebesar Rp10.000 per-orangnya. Nah, kalau ingin melanjutkan perjalanan dengan kendaraan pribadi, ya silahkan saja. Tapi, jalan untuk menuju ke Kawah Putih cukup panjang, yaitu sekitar 5-7 km. Terlebih lagi jalannya berkelok-kelok dan tanjakan yang cukup terjal.



Sampai di atas, mungkin sahabat sudah mencium bau belerang yang cukup menyengat. Apabila sahabat tidak kuat mencium bau belerangnya, ada yang menjual masker di dekat kawah. Harga per-maskernya yaitu Rp5000. "Murah" kan? (Kalau di stasiun cuma Rp2000). Tapi kalau kantong sahabat sudah tipis, tidak membeli masker juga tidak apa-apa. Sahabat akan terbiasa mencium bau belerang. Saat mendekati kawah, hawa di sekitar kawah akan terasa cukup panas. Itu karena masih ada sumber panas bumi di sekitar air. Di dekat kawah terdapat Goa Belanda bekas tambang belerang. Goa itu ditutup dengan kayu dan dari mulut Goa tercium bau belerang yang menyengat. Saya sarankan agar sahabat tidak terlalu lama di depan mulut goa, karena selain bisa menyebabkan gangguan pernapasan, goa itu juga cukup seram loh. Sahabat bisa berfoto-foto di dekat air selama tidak menginjak lumpur belerang atau berenang di air. Di dekat kawah, sahabat bisa melihat tumbuhan yang hangus ataupun mati. Katanya itu menandakan bahwa Gunung Patuha pernah meletus.

Jika sahabat sudah menikmati keindahan alam Kawah Putih, sahabat bisa turun kembali dengan menaiki ontang-anting. Sesampainya di bawah, sahabat bisa membeli oleh-oleh dari Ciwidey seperti stroberi, teh, kopi luwak, dan masih banyak lagi.

Demikian info dari saya, semoga sahabat puas terhadap info yang saya sampaikan
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Tentang Penulis

Hanya seorang pelajar yang mencari secercah cahaya hidayah di jalan dakwah yang panjang dan berliku. Berbagi segala sesuatu yang berharga secara cuma-cuma. Bukan seorang hartawan, tetapi hanya seorang yang berilmu sebagai bekal dakwah.

0 komentar:

Silakan berkomentar tentang artikel ini. Anda juga bisa menambahkan emoticon seperti di bawah ini, klik pada gambar untuk mengetahui simbol emoticon.

Back to top ↑
Connect with Us


© 2013 Jurnal Hanif. WP Mythemeshop Converted by Bloggertheme9
Blogger templates. Proudly Powered by Blogger.